Dari Mana Harus Memulai untuk menjadi Pengusaha sukses?

Dari Mana Saya Harus Memulai?


Memulai menjadi Pengusaha sukses - Ketika Anda bertanya "Bagaimana cara memulai menjadi pengusaha?"
Maka anda akan mendapatkan berbagai macam jawaban dari satu pertanyaan tersebut. Karena banyak pendapat yang berbeda-beda mengenai apa dan bagaimana cara untuk memulai menjadi pengusaha?

Adanya jawaban berbeda ini tentu sangat relevan sekali, mengingat banyaknya sudut pandang dari para pelaku bisnis satu dengan yang lainnya tidak sama.

Kali ini kiat jitu akan memberikan jawaban yang dinukil dari Oliver Emberton, founder dari Silktide, sebuah software company di Inggris.

Untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses tidak dibutuhkan sebuah aransemen kelengkapan seperti uang yang banyak, ide cemerlang, harus pandai leadership dan lain sebagainya. Yang pasti entrepreneur lakukan adalah membuat "sesuatu" yang secara konsisten menghasilkan uang.

Oke, fix...

Ini penting dan perlu anda catat  bahwa energi dan determinasi adalah sesuatu yang terpenting dalam enterpreneur, sebisa mungkin anda selalu meningkatkan kualitas dari keduanya. Adapun hal-hal yang lain yang masih ada hubungannya dengan dunia ke-entrepreneur-an hanyalah bersifat persuasif, dan ini bisa dipelajari.

Sekarang mari kita buka-bukaan mengenai tekniknya agar Anda lebih kaya dari sebelumnya


Idea adalah hal biasa-biasa saja


Ketika anda Mendengar orang yang berkata bahwa Ide adalah sesuatu yang bernilai luar biasa, ide adalah segalanya dalam dunia entrepreneur, Lupakan hal itu semua, itu semua nonsense. Ingat, Ide itu murah.

Kalau anda tidak percaya bahwa Ide bisnis itu bernilai kecil, coba anda ke penjual sandwich, anda beli sandwich itu dengan nilai ide anda, apakah penjual tersebut mau menjualnya?
Sudah pasti penjual akan menolak.

Itu artinya value sebuah ide tidak lebih besar daripada harga sandwich, walaupun itu sandwich yang sudah dimakan separuh.

Lalu Dimana letak nilai sebuah ide?

Value ide terletak pada eksekusi dari ide itu sendiri.
Bahkan bukan hanya itu, timing yang tepat dalam mengeksekusi memiliki peranan penting dalam dunia bisnis.


Bisnis itu Persaingan


Ketika anda sudah mantab untuk memulai bisnis, dan ada punya pesaing, apa yang ada dalam benak anda?

Yups...  Betul sekali

Kebanyakan orang merasa bahwa pesaing atau kompetitor adalah benalu yang mengganggu, sehingga mereka takut untuk memulai bisnis, dan kalau bisa, sang kompetitor harus hengkang dari lokasi dekat mereka. Mereka mengira bahwa adanya kompetisi dalam bisnis adalah awal kehancuran bisnisnya.

Saya pastikan, bersaing dan berkompetisi dalam bisnis adalah hal baik, bahkan bisa mendatangkan kebaikan buat bisnis anda yang baru anda rintis.

Saya kasih bukti, dimana ada mesin ATM di sebuah lokasi, maka di sekitar sana akan di bangun mesin ATM yang lain. Hukum itu sudah berlaku dimana saja.

Artinya adalah, ketika anda memulai berbisnis, maka carilah lokasi yang menjual seperti apa yang anda jual.

Why?

Karena para kompetitor sebelum mereka membuka bisnisnya di sana, Mereka sudah bekerja keras membangun komunitas audience.

Perlu anda ingat bahwa "banyak bisnis sukses karena mendompleng kesuksesan bisnis lainnya".

Jadi, baiknya adalah anda memiliki beberapa kompetitor bisnis daripada tidak sama sekali. Bisnis anda hanya di tuntut untuk menjadi 10% lebih baik dari pada bisnis mereka. Maka anda akan jadi pemenangnya.


Berani Memulai


Dalam Memulai berbisnis, anda harus mencintai bisnis yang anda tekuni tersebut. Karena dengan mencintai bisnis anda sepenuh hati, bisa diharapkan bisnis anda bisa tumbuh dan berkembang. Laksana anda mengasuh dan mendidik seorang anak, maka anak tersebut akan tumbuh dan berkembang dengan paripurna.

Siapa yang bisa membesarkan anak dengan baik? Semua orang akan berkata "sudah pasti orangtuanya".

Begitu pula dengan bisnis yang anda rintis, yang bisa membesarkan dan mengembangkan adalah anda. semua orang akan sepakat dengan ini dan mereka yakin akan hal ini.

Tapi ada hal yang penting yang harus anda ketahui bahwa keduanya terlahir tanpa disertai buku manual instruksi. Artinya Anda harus siap dengan segala resiko jatuh bangun dalam membesarkannya dan mengembangkannya serta belajar sambil berjalan.

Kemungkinan besar pada awalnya anda akan mengalami kegagalan, tapi perlu Anda ingat bahwa tujuan utama Anda adalah membangun mesin uang. Kegagalan tersebut tentunya berbagai macam bentuknya, bisa jadi karena adanya kekurangan kelengkapan komponen, kesalahan ide dan lain sebagainya, Hal ini wajar sekali.

Hal Terbesar dalam memulai sebuah ide yang besar adalah meyakinkan orang untuk mempercayai anda.
Ini bukan isapan jempol, saya akan kasih contohnya


Dulu pada mulanya ketika Steve Jobs anda mendirikan perusahaan Apple, ia tidak punya uang dan tidak punya customer. Tapi lihat hasilnya sekarang, ia menjadi seorang entrepreneur hebat.

Apa yang dia lakukan?

Pertama, dia datang ke toko komputer dan ia meyakinkan toko komputer lokal untuk meng-order produk Apple yang ia ciptakan. Padahal kenyataannya produk yang ia tawarkan belum dibuat.

Kedua, dia datang ke toko supplier komponen yang dibutuhkan, dan ia meyakinkan pada pemilik toko tersebut bahwa dirinya mampu membeli semua komponen yang dia pesan.

Setelah semua  komponen tersedia lalu ia beserta timnya bekerja di garasi kecil dan hasilnya ia mampu merakit satu buah unit komputer pertamanya. Lalu ia antar unit komputer ke toko sesuai dengan yang tertuang dalam perjanjian. Dan hal ini menghasilkan sebuah profit lumayan.

Cerita singkat di atas memberikan pesan bahwa produk Apple dilahirkan dengan modal yang sangat minim sekali.


Memang kita akui di dalam menjalankan semua aktivitas sebagai entrepreneur kita akan mengalami yang namanya juggling. Di satu sisi kita harus membangun the perfect company (idealist) dan di sisi yang lain kita dikejar tagihan (realist) – Anda membutuhkan keduanya. Banyak pakar enterpreneurship yang mempercayai bahwa adanya realist / idealist partnerships adalah hal umum dalam bisnis.


Jangan lakukan Scaling dengan cepat


Memiliki perusahaan yang besar dalam tempo yang cepat memang sebuah idaman. Tapi dalam dunia entrepreneur menjadi sedikit lambat adalah langkah yang terbaik. Ingat, Anda masih terlalu kecil, Jangan lakukan scaling dengan prematur. Jangan buang-buang waktu untuk menulis mission statement dan dokumen-dokumen kebijakan dalam perusahaan. Akan tetapi bermanuverlah dalam berbisnis dan jadilah gesit demi sebuah misi. Produksi dan jual barang Anda. Akan ada waktunya tersendiri untuk sebuah departemen.

Anda jangan kaget kalau nanti akan ada masa dimana Anda harus merubah seluruh perusahaan Anda. Karena jarang sekali ditemukan sebuah bisnis bisa survive dari fist contact dengan customer. Anda harus bisa survive untuk jangka waktu panjang, reinvest pada kesuksesan-kesuksesan kecil Anda dan lipat gandakan.


Meng-copy diri Anda


Metode ini adalah langkah yang langka dan jarang dipenuhi oleh para pelaku bisnis kecil. Sampai sampai disini, mesin uang Anda hampir selalu memiliki bagian yang tidak bisa dipisahkan : Anda adalah foundernya.

Jika Anda salah seorang yang memiliki background Programer, mungkin anda adalah Programer terbaik dalam perusahaan anda, atau anda seorang akuntan, atau mungkin Anda head akuntan, sudah pasti andalah yang terbaik. Akan tetapi maksud dari semua ini adalah Apapun yang Anda lakukan, Anda harus selalu merasa menjadi bagian essensial dan selalu "overworked" atau bekerja berlebihan.

Fase ini adalah bagian tersulit :yaitu Anda harus membuat diri Anda menjadi "tidak berguna" atau redundant dalam tim Anda.

Kemungkinan perkiraannya adalah Jika Anda tiba-tiba mati besok, dan bisnis Anda dituntut untuk tetap harus berjalan seperti biasa. Alternatifnya, Anda menjadi self-employed dengan asisten.

Banyak dari para pebisnis yang tidak bisa lepas dari jebakan ini, jika Anda seorang copywriter brilian, maka Anda akan struggle. Karena yang membuat perusahaan menjadi hebat adalah Anda. Tapi dalam banyak kasus bisnis model, maka Anda tidak akan berkembang.

Yang harus anda tiru adalah cara membangun bisnis ala McDonalds. Bisnis mereka tetap berjalan walaupun sang Founder tidak bekerja dan mereka bisa membayar gaji karyawan.

Sekarang tantangan Anda adalah Anda harus bisa menghasilkan pendapatan yang baik dan membayar gaji para karyawan meskipun anda tidak bekerja. Sekarang yang perlu Anda lakukan scalling.


Scale to Be A Millionaire


Langkah terakhirnya adalah seperti dalam permainan "Who Wants to Be A Millionaire".
Yups, Setiap pertanyaan yang Anda jawab benar, anda akan mendapatkan uang, jika salah, Anda didiskualifikasi dan anda harus pulang.

Ingat, Jangan pernah mengasumsikan bahwa "perusahaan besar sama dengan perusahaan kecil, bedanya hanya besar dan kecil itu saja" mengasumsikan perusahaan hanya masalah besar dan kecil adalah sebuah kesalahan, karena waktu dapat mengubah perkembangan perusahaan, dan perkembangan perusahaan akan membuat kultur juga berubah. Bisa jadi di suatu saat nanti, Anda bisa membenci perusahaan yang Anda buat sendiri (banyak kasus semacam ini, founders mengalami konflik dalam diri).

Ingatlah, semua yang ada di dunia ini pasti limit begitu pula dengan bisnis anda. Sadari dan pahami limit Anda dari awal. Memang ada beberapa bisnis lebih efisien dengan size tertentu.


Akhirnya


Saat ini untuk memulai dan memiliki sebuah perusahaan tidaklah sulit. Dimanapun anda berada, Anda bisa membuat sebuah produk yang bisa booming di pasaran, walaupun itu anda hanya berada di kamar kos, Anda tak perlu repot-repot mendaftarkan perusahaan anda, cukup gunakan sosial media untuk memasarkannya.

Entrepreneurship adalah bentuk lain dari "perjudian yang tercerahkan". Faktor penentu terbesarnya adalah skill dan keuletan. Selama Anda pantang menyerah dan terus belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah anda buat, maka peluang menuju kesuksesan tetap ada, intinya ada pada diri Anda, Anda hanya harus berani memulai dan melakukannya.


Banyak Yang Baca Juga:

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments